24 TAHUN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Bagikan Berita

Pangkalpinang, WartaSumselBabel – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) genap berusia 24 tahun. Provinsi yang tidak muda lagi. Kini dalam perjalanannya menuju dewasa sedang menunggu takdir.

Provinsi Kepulauan Babel hadir bersama tiga saudara lainnya, Kepulauan Riau, Banten, dan Gorantalo. Hadir di di tengah rentang negara dengan ribuan pulau dipisah lautan yang yang beragam.

Provinsi Babel dengan embel kepualuan dihadapnya, lahir dari rahim sisa euforia reformasi dengan semangat otonomi daerah yang menyala menghantar rakyat di dua pulau besar, Bangka dan Belitung berpisah dengan Sumatera Selatan.

Semangat menyala sebagai daerah otonom untuk menjadi provinsi dengan membawa sejumlah mimpi indah. Sebagai provinsi baru, ada harapan membawa rezeki bagi rakyat penghuni dua pulau ini.

Mimpi akan terwujudkannya keadilan dan pemerataan dengan percepatan pembangunan di dua pulau yang sejak lama terpingirkan. Mimpi provinsi yang membawa kesejateraan.

Semuanya tertera dalam proposal perjuangan dengan judul Provinsi Sebagai Jembatan Emas Menuju Kesejahteraan. Deretan alasan digali dan dirumuskan menjadi proposal perjuangan.

Segala sumber daya alam dikalkulasi. Dengan luas wilayah 81.725,06 kilometer persegi, dengan luas daratan 16.424,06 kilometer persegi dan luas laut 65.301 kilometer persegi masih menyimpan harta karun, terutama mineral tambang timah.

Kandungan timah di darat dan laut menjadi penopang utama ekonomi Babel. Lalu hutan yang luas di daratan, kekayaan aneka hewan di lautan adalah potensi lainnya sebagai modal mewujudkan mimpi sebuah provinsi.

Babel kemudian berdiri sebagai provinsi ditopang oleh pemekaran enam kabupaten dan satu kota. Perjuangan menuju mimpi mulai bergerak.

Kekayaan sumber daya alam sebagai modal Utama dieksploitasi. Segala macam aturan dibuat sendiri, tanpa harus membuat prediksi seperti apa keberlanjutannya ekonominya nanti.

Infrastruktur pemerintahan berdiri di setiap kabupaten dan kota, Babel menunjukkan dirinya bahwa pemerataan pembangunan dengan daerah otonomi baru adalah jalan yang sudah benar.

Negara Gemah Ripah Loh Jinawi dengan harta karun utama dalah timah membuat jantung ekonomi rakyat Babel berdegup kencang. Kini dengan otonomi, harta karun timah mulai dikuras dari daratan hingga lautan.

Tak peduli lingkungannya babak belur, abai akan sebuah keberlanjutan, bahkan tak peduli harga sebuah nyawa. Pasir timah tersembuni di bawah tanah dibongkar, digali sampai sedalam mungkin, bila perlu tak bersisa lagi.

Ratusan ribu merik ton timah diekspor ke berbagai negara setiap tahun. Babel menjadi daerah penopang utama industri timah dunia dari lubang tambang di setiap cekungan dan pesisir lautan.

Ekonomi Provinsi Babel melejit luar biasa, sejak menjadi provinsi terus tumbuh dengan cepat. Bahkan tercatat sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi se Suamtera pasca COVID-19.

Pada tahun 2022, ekonomi Babel tumbuh 4,40% dan tumbuh 4,38% pada tahun 2023 saat daerah lain di Indonesia kesulitan untuk beranjak dari keterpurukan ekonomi masa pandemi.

Ekonomi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung cenderung membaik ditopang oleh sektor pertambangan dan penggalian, pertanian, kehutanan, dan perikanan, dan sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor ternyata membuat terlena.

Membaiknya kinerja sektor pertambangan dan pengolahan logam timah didorong oleh meningkatnya harga komoditas yang cukup signifikan akibat peningkatan permintaan di tengah ‘penyembuhan’ perekonomian global.

Dari perut dua pulau ini lahir pula orang-orang kaya, bukan lagi miliarder, namun miliyuner. Kasus korupsi tata niaga timah yang terungkap jelang usia ke 24 tahun ini membuktikan itu. Dalam lima tahun saja kasus itu berlangsung ada kerugian negara mencapai Rp300 triliun. Nilainya hampir 100 tahun total APBD Provinsi ini.

Dari timah dan berakhir dengan timah pula. Gegap gempita perekonomian yang bergantung kuat dengan timah itu kini hampir sirna. Dalam setahuan hampir runtuh seketika ketika sektor penopang utama menyimpan sejumlah praktik curang.

Di balik gemerlap ekonomi oleh timah ternyata ada korupsi . Kegiatan penambangan ilegal yang struktur dan massif dibiarkan puluhan tahun. Tidak saja merusak lingkungan tapi merugikan negara yang berujung membawa sengsara rakyatnya.

Prestasi pertumbuhan ekonomi tertinggi berbalik menuju keterpurukan. Kini Babel provinsi perumbuhan eknomi terendah se Sumatera, bahkan Indonesia diusia 24 tahunnya.

Babel berada dititik nadir. Provinsi yang sedang menunggu takdir. Tantangan berat untuk membawa kebangkitan dan kejayaan di depan mata.

Sementara para calon pemimpin yang berkompetisi mengumbar segudang janji dan menjual tumpukan mimpi. Tetap nekat dipenghujung ekonomi rakyat yang setengah kiamat. (AH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *