OKI, Wartasumselbabel.com – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memanfaatkan momentum Safari Ramadhan sebagai ruang dialog langsung dengan masyarakat desa sekaligus menjadi kanal penyampaian aspirasi terkait pembangunan daerah.
Pada Rabu (11/3/2026), Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki dan Wakil Bupati OKI Supriyanto memimpin kegiatan Safari Ramadhan di dua wilayah berbeda.
Muchendi mengunjungi warga Desa Embacang, Kecamatan Mesuji Raya, sementara Supriyanto bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Muara Burnai I, Kecamatan Lempuing Jaya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Safari Ramadhan Pemkab OKI 2026 yang menjangkau 20 desa di lima kecamatan.
Di Desa Embacang, kegiatan yang dipusatkan di Masjid Baiturrahman menjadi forum terbuka antara pemerintah daerah dan warga.
Dalam dialog tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi, mulai dari kondisi jalan hingga kebutuhan pembangunan infrastruktur.
Bupati Muchendi menegaskan bahwa peningkatan kualitas infrastruktur desa menjadi salah satu fokus pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.
“Melalui Safari Ramadhan ini kami banyak menerima aspirasi warga, terutama terkait perbaikan jalan, jembatan hingga pembangunan infrastruktur strategis,” ujar Muchendi.
Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah kondisi jalan poros Embacang yang menghubungkan desa tersebut dengan akses utama Jalur Lintas Timur Sumatera.
Menurut Muchendi, perbaikan jalan akan dilakukan secara bertahap dengan langkah awal berupa pengerasan jalan.
“Kita lakukan bertahap, minimal pengerasan terlebih dahulu,” katanya.
Muchendi juga menyinggung pembangunan jembatan gantung di Desa Embacang yang saat ini tengah dikerjakan oleh personel TNI melalui program pemerintah pusat.
“Jembatan gantung itu merupakan program Presiden yang dikerjakan oleh personel TNI. Kita bersyukur dan berterima kasih karena daerah ini mendapat perhatian dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Muchendi juga memaparkan perkembangan rencana pembangunan Exit Tol Mataram Jaya yang dinilai strategis untuk membuka akses ekonomi baru di wilayah Mesuji Raya dan sekitarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah telah menetapkan penetapan lokasi (penlok) sebagai bagian dari percepatan pembangunan. Tahap selanjutnya adalah penghitungan objek yang akan diganti rugi oleh tim appraisal.
“Ganti ruginya disiapkan oleh pemerintah provinsi. Mudah-mudahan pada 2026 ini sudah bisa direalisasikan,” katanya.
Ia berharap pembangunan exit tol tersebut dapat meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Sementara itu, Wakil Bupati OKI Supriyanto yang memimpin kegiatan Safari Ramadhan di Desa Muara Burnai I mengatakan pelaksanaan Safari Ramadhan tahun ini dibagi menjadi dua tim agar lebih banyak desa dapat dijangkau dalam waktu bersamaan.
“Safari Ramadhan ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mendengar langsung berbagai aspirasi masyarakat,” ujar Supriyanto.
Ia menyebutkan rangkaian Safari Ramadhan tersebut telah memasuki hari kesembilan dan dijadwalkan berakhir pada hari kesepuluh.
Supriyanto juga mengapresiasi sambutan masyarakat, kepala desa, camat, tokoh agama, serta pengurus masjid yang telah menerima rombongan pemerintah daerah.
“Kami juga menggandeng Baznas untuk membantu masyarakat, salah satunya melalui program bedah rumah tidak layak huni,” katanya.
Sebelum mengikuti kegiatan Safari Ramadhan, rombongan Wakil Bupati juga meninjau pelayanan cek kesehatan gratis yang digelar Puskesmas Muara Burnai. Selain itu, mereka mengunjungi warga yang sedang sakit serta meninjau rumah penerima bantuan bedah rumah hasil kolaborasi antara Pemkab OKI dan Baznas.
(Nelly)