Muara Enim, WartasumselBabel.com – Kabar baik datang bagi masyarakat Kabupaten Muara Enim. Pemerintah pusat resmi menetapkan kembali pembangunan ruas Jalan Tol Prabumulih–Muara Enim sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Keputusan ini disambut positif oleh Bupati Muara Enim, H. Edison, S.H., M.Hum., yang menyebut langkah tersebut sebagai angin segar bagi percepatan konektivitas di wilayah Sumatera Selatan.
“Kami sangat bersyukur, ruas tol Prabumulih–Muara Enim kembali masuk dalam daftar PSN. Ini merupakan harapan besar masyarakat Muara Enim untuk memiliki akses transportasi yang lebih cepat dan efisien,” ujar Bupati Edison, Kamis (23/10/2025).
Menurut Edison, progres pembebasan lahan untuk proyek ini sudah mencapai tahap akhir. Berdasarkan data dari Kantor Pertanahan Muara Enim, sekitar 80 persen lahan telah tuntas dibebaskan, sementara sisanya berada di wilayah perbatasan Kota Muara Enim, seperti Desa Harapan Jaya, Kecamatan Muara Enim.
“Lahan milik PTPN sudah selesai dibebaskan, dan lahan milik MHP di arah Prabumulih juga sudah dalam status pinjam pakai. Jadi yang tersisa hanya di area eks transmigrasi,” jelasnya.
Edison menambahkan, beberapa sarana pendukung proyek sempat mulai dibangun, namun pelaksanaannya tertunda akibat pandemi Covid-19. Saat itu, alokasi anggaran dialihkan ke pembangunan ruas Tol Betung–Jambi, sehingga proyek Tol Prabumulih–Muara Enim sempat terhenti sementara.
Kini, dengan statusnya kembali sebagai PSN, Pemkab Muara Enim bersama pihak terkait kembali melakukan langkah-langkah percepatan. Edison menyebut telah ada peninjauan lapangan dan rapat koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Muara Enim, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan PT Hutama Karya (HK) selaku pelaksana proyek.
“Pada prinsipnya, kami siap mendukung penuh. Pemkab Muara Enim akan memfasilitasi kebutuhan di lapangan agar pembangunan bisa segera berlanjut tanpa kendala berarti,” tegas Edison.
Ia berharap, dengan berjalannya kembali proyek tol ini, pertumbuhan ekonomi masyarakat dapat meningkat, terutama di sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi.
“Jalan tol ini bukan hanya simbol kemajuan, tapi juga sarana pemerataan pembangunan. Mudah-mudahan tidak ada hambatan lagi, dan masyarakat segera bisa menikmati manfaatnya,” tutup Edison. (sjn)