#kopraljono
PALI |Wartasumselbabel.com – Sebuah pertemuan penuh makna berlangsung di salah satu kafe di Kota Palembang, Senin (8/9/2025). Pertemuan ini mempertemukan para sesepuh pendiri Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), mahasiswa, dan jajaran pemerintah daerah dalam suasana hangat penuh keakraban.
Acara yang digagas aktivis senior sekaligus mantan Ketua KPU Kota Palembang, H. Eftiyani, SH, menghadirkan sejumlah tokoh penting. Di antaranya, H. Nang Ali Solihin, mantan Bupati Muara Enim dan Musi Rawas; Drs. H. Achmad Rifai, AK.CPA, mantan Pembantu Rektor Unsri; Hasyim, SE, mantan Ketua KPU PALI; Adv. Mukhtar Jayadi, SH, mantan calon Wakil Bupati PALI; Dr. Ilham Djaya, mantan Kanwil Kemenkumham Sumsel; H. Samiludin, mantan Direktur Keuangan Bank Sumsel Babel; serta Aki Mushola, Ketua HIMAPALI, bersama para tokoh pergerakan pemuda dan mahasiswa lainnya.
Kehadiran para putra terbaik PALI ini bukan tanpa alasan. Mereka berkumpul untuk merumuskan gagasan visioner dalam bingkai semangat kebersamaan lintas generasi, demi mewujudkan PALI yang damai, maju, dan bermartabat.
Dalam sambutannya, H. Eftiyani menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi langkah awal mempererat silaturahmi sekaligus menyamakan visi membangun daerah.
“Pertemuan ini tidak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum menyatukan langkah dan pikiran demi membawa PALI ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran para sesepuh sebagai sumber kebijaksanaan. “Para sepuh adalah panutan. Kehadiran mereka sangat penting untuk memberi arahan dan masukan, agar pembangunan berjalan baik serta bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.
Pesan serupa juga datang dari tokoh senior H. Nang Ali Solihin. Ia mengingatkan pemerintah daerah agar selalu menjaga keharmonisan dengan masyarakat, karena dukungan rakyat merupakan kunci perubahan.“Dukungan rakyat itu yang utama. Setiap pertemuan pasti membawa manfaat, apalagi jika terus melibatkan masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Drs. H. Achmad Rifai menekankan pentingnya kepemimpinan yang merangkul semua pihak.
“Kepada Bupati dan Wakil Bupati, rangkul semua elemen. Jangan pernah menjelekkan pemimpin terdahulu, ambil hikmahnya, dan teruslah berbenah demi memajukan PALI,” ucapnya tegas.
Selain memberikan wejangan, para tokoh sepuh juga mendorong pemerintah mengalokasikan anggaran khusus untuk penulisan sejarah terbentuknya Kabupaten PALI. Menurut mereka, langkah ini penting agar generasi muda memahami perjuangan para perintis serta menghargai sejarah berdirinya kabupaten.
Mewakili Bupati, Wakil Bupati Iwan Tuaji menyampaikan apresiasi dan rasa hormat kepada para sesepuh. Ia menegaskan bahwa silaturahmi ini menjadi pengingat bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri.
“Acara ini bukti nyata pemerintah serius mendukung persatuan dan siap merangkul semua pihak. Doa dan dukungan para sesepuh sangat dibutuhkan agar kepemimpinan kami benar-benar membawa PALI ke arah yang lebih baik,” ujarnya.[red]