Muara Enim, WartasumselBabel.com – Sebuah inovasi budaya lahir dari kearifan lokal masyarakat Muara Enim. Sayur petule atau oyong, yang biasanya hadir sebagai hidangan sehat, kini bertransformasi menjadi motif batik yang elegan dan sarat makna.
Batik bernama batik petule ini merupakan hasil kreasi Ketua TP PKK Kabupaten Muara Enim, Hj. Heni Pertiwi Edison S.Pd. Karya tersebut resmi diluncurkan oleh Bupati Muara Enim H. Edison SH M.Hum pada puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 di Balai Agung Serasan Sekundang, Selasa (11/11/2025).
Peluncuran batik petule semakin meriah dengan fashion show yang menampilkan busana batik petule oleh Finalis Bujang Gadis Muara Enim. Pada kesempatan itu juga diserahkan sertifikat HAKI dan cap tembaga motif batik petule kepada para pengrajin batik sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan produk lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Muara Enim mengapresiasi kreativitas TP PKK di bawah kepemimpinan Hj. Heni Pertiwi Edison. Ia berharap batik petule tidak hanya memperkaya khasanah batik daerah, tetapi juga menjadi simbol sinergi antara pelestarian budaya dan pemberdayaan ekonomi keluarga.
“Batik petule bukan hanya karya seni, tetapi representasi identitas budaya Muara Enim yang dapat memperkuat sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. Inilah wujud cinta terhadap budaya lokal yang diharapkan mampu menjadi ikon baru Muara Enim, bahkan bersaing di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.
Ketua TP PKK Muara Enim, Hj. Heni Pertiwi Edison, menjelaskan bahwa batik petule sebelumnya telah tampil di ajang Kriya Sriwijaya Fashion Show (KSFS) 2025 di Palembang dan mendapat perhatian wisatawan mancanegara saat dipamerkan pada Wakatobi WAVE 2025.
Dengan keunikan motif serta filosofi yang terkandung di dalamnya, batik petule dinilai layak menjadi produk unggulan daerah. Heni berharap peluncuran ini menjadi momentum bagi TP PKK untuk terus mendorong kreativitas, pemberdayaan perempuan, serta pelestarian budaya lokal melalui program yang berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga. (sjn)