Muara Enim, WartasumselBabel.com – Suasana riuh penuh keceriaan memenuhi halaman GOR Pancasila Muara Enim, Senin (20/10/2025). Ribuan anak berseragam putih-putih tampak antusias melaksanakan rangkaian Manasik Haji Cilik yang digelar oleh Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Muara Enim.
Sekitar 1.700 peserta dari TK dan PAUD se-Kabupaten Muara Enim mengikuti kegiatan edukatif yang dikemas layaknya pelaksanaan ibadah haji sebenarnya. Anak-anak berbaris rapi melakukan thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, hingga lempar jumrah, lengkap dengan pakaian ihram mini yang membuat suasana semakin semarak.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Muara Enim, H. Edison, S.H., M.Hum., yang hadir bersama Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Muara Enim, Hj. Heni Pertiwi Edison, S.H., M.Hum.
Dalam sambutannya, Bupati Edison menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas terselenggaranya kegiatan yang sarat nilai pendidikan tersebut. Ia menegaskan, menanamkan nilai-nilai keagamaan dan moral sejak usia dini merupakan langkah penting untuk membentuk generasi berkarakter.
“Manasik haji cilik ini bukan sekadar simulasi ibadah, tetapi pembelajaran nyata tentang kedisiplinan, kebersamaan, dan kasih sayang. Dari sinilah karakter anak yang religius dan berakhlak mulia mulai terbentuk,” ujar Edison.
Lebih lanjut, ia menilai kegiatan ini menjadi bukti sinergi yang baik antara tenaga pendidik, orang tua, dan pemerintah daerah dalam membangun pondasi spiritual anak-anak sejak usia dini.
Sementara itu, Ketua IGTKI Kabupaten Muara Enim, Hj. Titit Susanti, S.Pd., M.M., menjelaskan bahwa kegiatan ini rutin digelar sebagai upaya memperkenalkan rukun Islam kelima kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kecintaan terhadap ibadah dan membangun kebersamaan antara guru, siswa, dan orang tua. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda tahunan di Kabupaten Muara Enim,” tuturnya.
Keceriaan anak-anak yang tampak bahagia mengikuti setiap tahapan manasik menjadi bukti bahwa pembelajaran berbasis pengalaman seperti ini efektif menumbuhkan semangat religius dan rasa kebersamaan sejak dini. (sjn)