Menghargai Warisan, Membangun Masa Depan: Seruan Wabup PALI Iwan Tuaji untuk Semua Masyarakat

Bagikan Berita

#kopraljono

PALI | Wartasumselbabel.com — Setiap kepemimpinan menandai babak baru dalam perjalanan pembangunan daerah. Namun, tidak satu pun dari perjalanan itu berdiri sendiri. Begitu pula yang terjadi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), di mana warisan dari para pemimpin sebelumnya menjadi fondasi penting yang kini dilanjutkan dan disempurnakan oleh pemerintahan saat ini.

Dalam sebuah pernyataan yang sarat makna, Wakil Bupati PALI, Iwan Tuaji, menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesinambungan pembangunan. Ia menegaskan bahwa pembangunan yang kuat tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan tumbuh dari fondasi yang telah diletakkan oleh para pemimpin terdahulu.

“Setiap kepemimpinan pasti mewarisi jejak. Dan warisan itu bukan untuk dikritik secara sempit, melainkan dijadikan bekal untuk melangkah lebih jauh. Kami tidak pernah menilai masa lalu hanya dengan kacamata kritik.Justru kami melihatnya sebagai pijakan penting menuju perbaikan. Ada banyak hal yang sudah baik dan patut dilanjutkan, namun tentu ada juga yang perlu kami sempurnakan demi kemajuan bersama,” ujar Iwan Tuaji dalam pernyataan resminya, Senin (11/8/2025).

Dalam semangat kesinambungan pemerintahan, Iwan secara terbuka menyampaikan apresiasi kepada para tokoh terdahulu, terutama mantan Bupati Heri Amalindo, yang dinilainya telah memberikan kontribusi nyata dalam membentuk arah pembangunan PALI. Ia juga menyebut tokoh-tokoh lain seperti Sumarjono sebagai bagian penting dari perjalanan daerah ini.

“Salah satu bukti nyata dari kesinambungan itu adalah Gedung DPRD PALI yang sebentar lagi rampung. Kami tidak membangun dari nol—kami melanjutkan. Ini menunjukkan bahwa pembangunan bukan soal siapa yang memulai, tapi siapa yang berani menyelesaikan demi rakyat,” kata Iwan.

Proyek strategis lainnya seperti pembangunan Rumah Sakit Daerah juga menunjukkan hasil positif dari kesinambungan tersebut. “Alhamdulillah, rumah sakit hampir selesai. Pemerintah saat ini tinggal menyempurnakan tahap finishing. Ini adalah buah dari kolaborasi lintas waktu,” tambahnya.

Namun, bagi Iwan, keberhasilan pemerintahan tidak bisa hanya diukur dari infrastruktur atau program yang berjalan. Lebih dari itu, keberhasilan ditentukan oleh sejauh mana masyarakat merasa dilibatkan, dihargai, dan didengar. Oleh karena itu, ia menyerukan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat—mulai dari tokoh adat, pemuda, akademisi, hingga warga biasa—dalam proses pembangunan.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk dialog. Kami ingin pembangunan di PALI tumbuh dari suara rakyat, bukan hanya rencana dari atas,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa membangun daerah tidak cukup dengan kerja fisik semata, melainkan perlu semangat kolektif, komitmen bersama, dan kontrol sosial yang sehat dari masyarakat.

“Pemerintah adalah pelayan rakyat, bukan sebaliknya. Karena itu, kami berharap di masa kepemimpinan Asgianto–Iwan Tuaji ini, masyarakat terus aktif mengawal, mengoreksi, dan memberikan masukan yang konstruktif. Kami yakin, pembangunan yang berkelanjutan hanya bisa terwujud jika dilakukan bersama—dengan semangat gotong royong, bukan berjalan sendiri-sendiri,” pungkas Iwan dengan penuh keyakinan.[red]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *